Surat ISIS Kepada Keluarga James Foley Dibuka ke Publik

GlobalPost , media online yang mempekerjakan James Foley, wartawan AS yang diduga telah dipenggal oleh Negara Islam (NI) atau ISIS, mempublikasikan email yang dikirim oleh kelompok militan tersebut kepada keluarga Foley. Media yang bermarkas di Boston, AS itu pada Kamis (21/8/2014), mengatakan bahwa keluarga Foley sudah sepakat untuk membuka email dari NI itu kepada publik. “Kami memilih untuk menerbitkannya secara lengkap demi transparansi dan untuk membeberkan kisah Jim secara utuh. Kami yakin surat itu akan menunjukkan motivasi dan taktik dari Negara Islam,” tulis GlobalPost . Adapun surat itu diterima keluarga Jim, demikian James akrab disapa, pada 12 Agustus, sepekan sebelum video pembunuhan sadis atas Jim beredar di media sosial. Dalam email itu NI menulis bahwa itu adalah pesan “bagi pemerintah Amerika dan warga negaranya yang seperti domba”. “Kalian sudah diberi banyak kesempatan untuk bernegosiasi soal pembebasan warga kalian melalui transaksi tunai seperti yang telah disetujui oleh negara-negara lain,” tulis NI dalam email itu. Kelompok itu juga menawarkan pertukaran tahanan dengan “orang-orang Islam yang sedang berada dalam tahanan kalian.” Sementara itu, GlobalPost juga mengatakan bahwa keluarga Foley tidak diberikan kesempatan untuk bernegosiasi oleh NI. “Setelah lebih dari setahun tidak berhubungan, keluarga Foley menerima kabar dari penculik Jim pada 26 November 2013. Mereka meminta uang,” beber GlobalPost . “Setelah para militan membuktikan bahwa mereka menahab Jim, mereka meminta tebusan senilai 100 juta euro (sekitar Rp1,55 triliun) atau pemerintah AS harus membebaskan sejumlah tahanan,” imbuh GlobalPost . Setelah itu, keluarga Foley tidak lagi menerima kabar dari penculik Jim sampai muncul lagi surat serupa pada Agustus ini. Menurut direktur GlobalPost , Phil Balboni, keluarga Foley meneruskan surat dari NI itu ke pemerintah AS. Ia juga mengatakan bahwa polisi federal AS (FBI) ikut membantu menyusun surat balasan, yang isinya agar NI berbelaskasihan kepada Jim. (Reuters) Suara.com –

Sumber: Suara.com