Pep Pantas Marah

Ngambek karena kalah? Bukan itu. Walau, tentu saja, bisa jadi memang itu. Selepas dikalahkan oleh tim MLS All-Stars dengan skor 2-1, manager Bayern München Pep Guardiola menolak untuk berjabat tangan dengan manager tim MLS All-Stars, Caleb Porter. Begitu pula dengan para staf Pep di Bayern. Usaha Porter untuk beramah-tamah dengan mereka selalu mendapatkan penolakan. Orang-orang pun langsung beranggapan bahwa Pep ngambek karena kalah. Benarkah? Bundesliga Fanatic, sumber terbaik dari segala hal yang berhubungan dengan sepakbola Jerman menurut In Bed With Maradona, bagaimanapun, beranggapan lain. Menurut mereka, Pep kesal karena dalam pertandingan yang berbau bisnis dan pelebaran sayap ke Amerika Serikat ini, ia dipaksa memainkan para bintangnya yang baru bergabung selepas liburan Piala Dunia; mereka yang belum cukup bugar untuk bermain. Apalagi ia beresiko kehilangan Xherdan Shaqiri karena tackle yang dilayangkan oleh Osvaldo Alonso. Porter sendiri memang mengakui bahwa pertandingan yang berlangsung cukup keras untuk ukuran sebuah pertandingan persahabatan, sebagaimana diwartakan oleh jurnalis ternama Amerika Serikat, Grant Wahl: “Pep adalah idola saya. Ada beberapa tackle yang buruk [dalam pertandingan].” Bagaimanapun, dalam sebuah kesempatan untuk menambah kecintaan Amerika Serikat terhadap sepakbola pada umumnya dan Bayern secara khusus, Pep telah memberikan efek buruk yang tentunya tidak akan disukai oleh mereka yang hanya peduli kepada sisi bisnis dari pertandingan tersebut. Namun lagi, sebagai manager Pep wajar merasa kesal. Keuntungan bisnis memang baik, namun kebugaran pasukan yang berada di titik maksimal tentunya harus menjadi prioritas utama. Memainkan mereka yang baru pulang berlibur (dengan segala resiko yang mengiringinya) dan kehilangan pemain karena cedera bukanlah sebuah hal yang menyenangkan, memang. Bagaimanapun, masalah antara Pep dengan siapapun itu hanya terjadi di atas lapangan dan dalam pertandingan (serta beberapa saat setelahnya) saja. Sunil Gulati, presiden United States Soccer Federation (Federasi Sepakbola Amerika Serikat), meredakan ketegangan yang ada. “Semuanya baik-baik saja antara Pep Guardiola dan Caleb Porter,” tulis Gulati di akun Twitter miliknya. “Mereka berjabat tangan di luar ruang ganti selepas pertandingan.” Entah benar, entah hanya pencitraan saja dari Gulati.

Sumber: Supersoccer.co.id