Mulai Muncul Alibi Lelah di Kubu Prancis

JUARA.net – Dua pertandingan, dua gol menit akhir, dua kemenangan, dan dua protagonis laga yang berbeda. Prancis menjadi negara pertama yang lolos ke babak 16 besar Euro 2016, tapi mereka menyisakan banyak pertanyaan. Penulis: Rizki Indra Sofa Hasil akhir adalah yang terpenting. Kapten Les Bleus, Hugo Lloris, mengutarakan hal itu. Arsitek tim Didier Deschamps mengamini. Prancis faktanya memang memenangi dua partai pertama, meski tak memunculkan permainan terbaiknya. Gol kemenangan vs Rumania datang lewat kecemerlangan Dimitri Payet . Gol pertama melawan Albania juga lahir di menit-menit terakhir lewat aksi Antoine Griezmann . Dalam dua pertandingan, Prancis punya Payet dan Grizou sebagai protagonis mereka. Di mana Paul Pogba , sang andalan Prancis di Euro 2016 ? Baru pertandingan kedua di grup, Pogba dan Griezmann sudah kehilangan spot sebagai starter. Inikah hukuman Deschamps atas penampilan di bawah standar keduanya di partai pembuka melawan Rumania? Pogba dan Grizou tak banyak berperan, seperti kebingungan, saat melawan Rumania. Mereka lantas dicadangkan Deschamps melawan Albania. Bicara kualitas di atas kertas, Albania dianggap sebagai kontestan terlemah di Grup A sehingga wajar kalau salah satu asumsinya adalah Deschamps mengistirahatkan mereka di laga ini. Asumsi dan alibi yang masuk akal kalau fokusnya ke Griezmann. Antoine Griezmann merayakan gol Atletico Madrid ke gawang Real Madrid pada lanjutan La Liga di Stadion Santiago Bernabeu, 27 Februari 2016. PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP Duel Prancis melawan Albania adalah pertandingan ke-65 untuknya di semua ajang bersama Atletico Madrid dan Prancis ! Ia berpeluh sebanyak 54 kali buat Atletico di La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champion sepanjang 2015/16. Sisanya ia habiskan buat membela Les Bleus, mulai dari pengujung babak kualifi kasi, uji coba, sampai dua partai di Euro 2016 . Baca Juga: Andai Kalahkan Spanyol, Griezmann Bertambah Tinggi 5 Cm Nani: Bola Tidak Mau Masuk ke Gawang! Cristiano Ronaldo Dituding sebagai Pria Paling Sombong di Bumi Griezmann menjalani musim bebas cedera, menjadi pilar penting di musim hebat Atletico, sehingga nyaris tak tergantikan buat klub dan negara. Sekali lagi, wajar kalau Grizou diasumsikan lelah. Ia butuh istirahat. Ia menjalani 5.054 menit tampil alias lebih dari 84 jam terhitung sejak Agustus 2015! Tak banyak penyerang lain di Euro 2016 yang jam terbangnya bisa menandingi Grizou, termasuk Gareth Bale (Real Madrid dan Wales), Robert Lewandowski (Bayern Muenchen dan Polandia), Cristiano Ronaldo (Real Madrid dan Portugal) atau Zlatan Ibrahimovic (PSG dan Swedia). Jangan lupa, Griezmann bermain buat Atletico era Diego Simeone, yang dikenal akan tuntutan bermain agresif, intens, pressing, serta menjalankan peran ganda ofensif dan defensif secara konstan. Aksi Paul Pogba dalam laga Serie A antara Juventus kontra Sampdoria di Juventus Arena, 14 Mei 2016. VALERIO PENNICINO/GETTY IMAGES Bisa dibayangkan tenaga dan keringat yang terkuras oleh Grizou sepanjang musim. Bagaimana dengan Pogba? Pemain Juventus itu bermain lima laga lebih sedikit dibanding Grizou. Asumsinya, faktor lelah tadi tak bisa dijadikan alasan. Namun, kalau melihat dari sisi menit permainan, sebetulnya total milik Griezmann dan Pogba tidak berbeda jauh, hanya terpaut 21 menit. Artinya, mereka sama-sama lelah. Bersama Anthony Martial yang berseragam Manchester United, mereka bertiga adalah personel skuat tim nasional Prancis yang paling sering merumput di musim 2015/16 bersama klub dan negara. Martial memang belum menjadi pilar inti sehigga efek performanya belum terpotret. Tapi, karena duo Grizou-Pogba merupakan bintang Les Bleus, sorotan menjadi semakin tajam. Apalagi, muncul seorang sosok protagonis baru yang nyaris tak terprediksi: Dimitri Payet . Dua kali main, dua kali tampil brilian, dua kali juga mencetak gol. Payet saat ini menjadi simbol baru buat Prancis di Euro 2016 , status yang seharusnya dan direncanakan diemban oleh duo Griezmann dan Pogba. In partnership with

Sumber: Juara.net