Forum Alumni HMI Laporkan SBY ke Bareskrim

Terbesar Jakarta – Sejumlah orang yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi melaporkan mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ke kantor Bareskrim Polri, KKP-Gambir, Jakarta, Pusat, Kamis (10/11) siang. SBY dilaporkan karena diduga melakukan tindak pidana penghasutan yang mengakibatkan demonstrasi damai pada 4 November 2016 berujung pada situasi anarkistis. Selain itu, SBY juga diduga melakukan tindak pidana penghinaan terhadap ras tertentu. “Kami melaporkan mantan Presiden SBY di mana pada 2 November 2016, berlangsung kegiatan pidato di kediaman SBY terkait aksi umat Islam 4 November. Awalnya, SBY menyerukan aksi damai, tanpa kerusahan. Namun setelah dipelajari, ternyata pada pidato SBY tersebut diduga dapat dikualifikasikan pernyataan yang mengandung tindakan penghasutan dan kebencian terhadap ras tertentu,” ujar Ketua Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi, Mustaghfirien di Kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP-Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11). Forum, kata Mustaghfirien sangat menyayangkan pernyataan SBY yang diduga telah memprovokasi masyarakat yang ingin melakukan aksi damai. Menurutnya, sebagai presiden RI periode 2004-2014, tidak sepantasnya SBY mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bisa menghasut dan pernyataan yang dapat ditafsirkan menyebar kebencian kepada Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. “Secara tersirat, pernyataan SBY jelas tidak lepas dari kepentingan politik partainya yang mendorong salah satu kandidat calon Gubernur DKI Jakarta,” tegasnya. Selain itu, kata dia, tekanan demonstran agar Ahok diproses hukum karena penistaan juga jelas merupakan pernyataan yang secara politik menguntungkan kandidat cagub dan cawagub lainnya. Masyarakat awam, apalagi ahli politik, mudah membaca arah pidato SBY tersebut yang mengabaikan kesejukan dalam berdemokrasi yang pada akhirnya menimbulkan kericuhan pada saat aksi damai 4 November 2016. “SBY seharusnya tidak mengeluarkan pernyataan yang menghasut dan provokatif. Karena itu, kita minta Bareskrim mengusut dugaan tindakan provokatif tersebut,” katanya. Sementara itu, Sekretaris Forum Silaturahmi HMI Lintas Generasi, Adhel Setiawan menilai ada sengkuni-sengkuni politik di balik demo 4 November tersebut. Dia menyebut salah satunya adalah SBY. “Pidato SBY pada 2 November 2016 diduga mengandung tindak pidana penghasutan sebagaimana diatur dalam Pasal 160 KUHP juncto Pasal 16 UU No 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, sehingga kami mendorong Bareskrim Mabes Polri untuk menindaklanjuti dugaan tindak pidana tersebut,” tegas Adhel. Adhel mengutip dua penggalan pidato SBY yang diduga mengandung unsur tindak pidana penghasutan. Pertama adalah “Tidak mungkin masyarakat berkumpul hanya untuk happy, happy , jalan-jalan, lama tidak lihat Jakarta misalnya itu. Barangkali karena merasa yang diprotes itu dan tuntutannya itu tidak didengar. Nah kalau sama sekali tidak didengar, diabaikan, sampai lebaran kuda masih akan ada unjuk rasa”. Kedua adalah “Jadi kalau ingin negara kita ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan, jangan salah kutip, negara ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan. Pak Ahok ya mesti diproses secara hukum”. “Kedua penggalan pernyataan SBY itu diduga ada tindak pidana penghasutan atau provokasi,” kata Adhel. Lebih lanjut Adhel mengutip pernyataan SBY yang diduga terkait penghinaan ras adalah “Jangan sampai saudara-saudara 200 juta rakyat Indonesia nasib dan masa depannya disandera oleh urusan satu orang”. Adhel menegaskan bahwa jumlah masyarakat Indonesia adalah 240 juta, sementara SBY hanya menyebutkan 200 juta, sehingga ada tersisa 40 juta ras atau etnis tertentu. “Bareskrim Mabes Polri harus mengungkap dan menangkap aktor-aktor politik yang diduga telah memanfaatkan aksi damai 4 November 2016, sehingga adik-adik kami dari HMI tidak menjadi korban dan dikorbankan oleh kepentingan politik kelompok tertentu,” imbuhnya. Laporan Forum Silaturahmi HMI belum diterima oleh penyidik Bareskrim karena banyak laporan yang masuk. Forum hanya menyerahkan berkas dan barang bukti terkait dugaan pidana SBY. Namun, dalam waktu satu atau dua hari ke depan, Forum Alumni ini akan dipanggil oleh penyidik Bareskrim. Yustinus Paat/AB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu