Botol dan Gelas Melayang, Kubu Ical Tinggalkan Rapat Pleno

Rimanews – Rapat pleno DPP Golkar dilanjutkan tetapi kembali memanas dan diwarnai kericuhan. Botol dan gelas sempat melayang karena massa penentang kubu Ketua Umum (Ketum) Aburizal Bakrie tidak terima keputusan pleno yang menetapkan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar akan tetap digelar di Bali pada 30 November mendatang. Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar Theo Sambuaga mengaku mendapat mandat untuk membuka kembali rapat pleno yang sempat diskors. Setelah mencabut skor, Theo langsung membacakan DPP bahwa rapat pleno akan mentaati dan melaksanakan keputusan Rapimnas di Yogyakarta. “Munas Golkar tetap digelar 30 November,” kata dia, Selasa (25/11). Baca Juga Sidang dipindah, Ahok: saya nurut saja Banser ingin bantu amankan natal, ini respons Kapolda Metro Demokrat: Tak perlu menyindir kebijakan masa lalu Namun, Theo setelah itu langsung mengetok palu menandakan keputusan itu telah sah. Padahal, banyak peserta rapat berdiri dan berteriak tidak setuju menolak keputusan penetapan tanggal pelaksanaan Munas. Kondisi pun kembali memanas dan tidak kondusif, sehingga Theo kembali menskors rapat. Theo bersama Sekjen Golkar Idrus Marham dan Waketum Fadel Muhammad yang baru saja duduk di kursi pimpinan sidang langsung pergi meninggalkan ruang rapat dalam keadaan ricuh. Pantauan Rimanew, ulah pimpinan rapat itu membuat kubu penentang Ical mengamuk. Mereka terlihat kesal dan emosi, bahkan sampai melemparkan gelas dan botol minuman yang ada di meja rapat. Kini kubu penentang Ical itu tetap berada di ruang rapat berusaha melanjutkan pleno dipimpin Waketum Golkar Agung Laksono. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : munas golkar , bentrok golkar , politik , Nasional

Sumber: RimaNews