Penghancuran Senjata Kimia Suriah Alami Hambatan Lagi

RIMANEWS- Suriah telah menyampaikan rencana 100 hari untuk penghapusan senjata kimia setelah gagal memenuhi batas waktu pada tanggal 5 Februari lalu. Namun, permintaatn tersebut mendapat kritikan tajam para diplomat yang meragukan kesepakatan Suriah bebas senjata nuklir akhir Juni. NHK mengabarkan Suriah sekarang berusaha menyelesaikan proses transfer bahan-bahan kimia tersebut pada akhir Mei, hal ini disebabkan karena Suriah ingin memastikan kesulitan dan keselamatan dalam proses transportasi bahan berbahaya tersebut. Baca Juga 82 Warga Sipil Aleppo Ditembak di Tempat oleh Pasukan Suriah 14 tentara Turki tewas di Suriah Ratusan kendaraan tinggalkan Aleppo timur Bana Alabed bertemu Erdogan Kebun mawar di Aleppo berubah jadi pemakaman Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) berrencana untuk mengangkut bahan kimia arsen dari Suriah ke luar negri dan membuangnya di atas kapal khusus AS. Namun hanya 11 persen dari zat kimia yang telah dikirim ke luar negri. Sebelumnya, komite eksekutif telah bertemu pada hari Jumat di Den Haag untuk membahas masalah tersebut. OPCW berencana untuk mengangkut bahan kimia paling beracun Suriah di luar negeri dan membuangnya di atas kapal khusus AS . Beberapa bahan kimia beracun yang dibuang di Suriah . AS dan beberapa negara Eropa meminta PBB menindak dengan tegas masalah nuklir Suriah tersebut. Di sisi lain, Rusia menyarankan pendekatan hati-hati dari pemerintah di Damaskus. Selanjutnya Dewan organisasi akan bertemu lagi minggu depan. Suriah merencanakan akan menghancurkan bahan kimia paling berbahaya di akhir Maret dan sisanya pada akhir Juni. Sebelumnya, di awal bulan Sigrid Kaag, kepala misi internasional, mengatakan bahwa ia tidak mempercayai jika pemerintah Suriah sengaja menunda pemusnahan arsenal tersebut, tetapi kerjasama ini harus dapat memenuhi tenggat waktu yang diberikan di pertengahan tahun. “Tonggak Menengah idealnya harus telah dipenuhi, mereka belum dipenuhi, ada penundaan,” “Penundaan tidak dapat diatasi. Penundaan punya alasan, ada alasan, ada konteks.” Ungkapnya seperti yang dikutip Al- Jazeera.(zi/RM/berbagai sumber) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Internasional , Nuklir , Suriah , PBB , OPCW , Arsen , Internasional , Nuklir , Suriah , PBB , OPCW , Arsen , Internasional , Nuklir , Suriah , PBB , OPCW , Arsen

Sumber: RimaNews