Jika Berani Lawan Mafia Migas, Syafii Maarif Dukung Arcandra

Jakarta – Posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih lowong hingga saat ini. Presiden Joko Widodo belum juga mengisi posisi tersebut. Menurut informasi yang beredar, Presiden Jokowi akan mengangkat kembali Arcandra Tahar menjadi Menteri ESDM setelah masalah kewarganegaraannya selesai. Negarawan Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif ketika dihubungi mengatakan, jika negara menilai berdasarkan kriteria objektif, pihaknya tidak berkeberatan Arcandra Tahar kembali menjabat. Masalah heboh kewarganegaraan yang terjadi beberapa waktu lalu, menurut mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu, lebih bersifat politis untuk melindungi mafia migas yang berkeliaran selama ini. “Siapa tahu Arcandra berani pasang badan untuk melawan mafia itu. Saya belum tahu detil, tapi jika pemerintah menilai perlunya membasmi mafia migas yang sudah kronis dan Arcandra dinilai cukup punya nyali, go ahead ,” kata pendiri Maarif Institute itu, Minggu (18/9). Sementara itu, Mantan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris mengatakan, soal pengangkatan dan pemberhentian seorang menteri itu adalah hak prerogatif Presiden sebagaimana diatur dalam konstitusi. “Diberhentikannya Arcandra karena kasus dwikenagaraan itu sudah selesai sebagaimana SK WNI yang sudah diberikan oleh Menkumham. Untuk persoalan kesetiaan Arcandra kepada negara sudah tidak relevan lagi untuk dibincangkan saat ini,” katanya. Politisi senior Partai Golkar tersebut lebih lanjut mengatakan, Presiden melalui hak prerogatifnya bisa menunjuk kembali dia menjadi Menteri ESDM, karena Arcandra punya potensi dan kapasitas untuk itu. Status WNI Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menyatakan Arcandra Tahar sudah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Mantan Menteri ESDM itu telah diteguhkan sebagai WNI pada awal September 2016. “Kami menyelesaikan masalah ini dengan penuh kehati-hatian. Kami berdasarkan asas perlindungan hak dan asas tidak boleh stateless ,” ungkap Yasonna dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (7/9). Ia kemudian menjelaskan bagaimana dan kapan Arcandra tetap menjadi WNI. Yasonna menyebut Arcandra telah kehilangan kewarganegaraan Amerika Serikatnya usai diangkat menjadi Menteri ESDM. “Arcandra sudah kehilangan kewarganegaraan Amerika Serikat berdasarkan Certificate of Loss of the United States tanggal 12 Agustus 2016 dan disahkan oleh Departemen State of United States of America dan Surat US Embassy tanggal 31 Agustus 2016,” papar Yasonna. “Setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, saudara Arcandra Tahar tetap menjadi WNI sesuai dengan prinsip perlindungan maksimum dan non apatride stateless ,” kata dia. Yasonna mengatakan, pemerintah tidak dapat mencabut status WNI Arcandra karena hal tersebut melanggar UU Kewarganegaraan. Selain itu, tidak diperbolehkan atas aturan hak asasi manusia. “Kami mengambil keputusan meneguhkan kembali status WNI Arcandra tanggal 1 September,” ujarnya. Yudo Dahono/YUD BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu