ISIS dan Lebanon Setuju Gencatan Senjata

Rimanews- Tentara Lebanon dan kelompok garis keras negara Islam Iran dan Syam (ISIS) menyetujui gencatan senjata 24 jam Selasa (5/8) setelah empat hari pertempuran yang dipicu direbutnya satu kota perbatasan oleh gerilyawan itu. Satu sumber keamanan mengatakan gencatan senjata itu akan memberikan waktu bagi satu penengah untuk menyelidiki nasib 22 tentara yang hilang sejak ISIS merebut kota Arsal Sabtu dan membantu pengungsian para warga sipil termasuk mereka yang cedera dalam konflik itu. “Itu sama dengan satu gencatan senjata kemanusiaan,” katanya kepada Reuters. Gencatan senjata, yang mulai berlaku pukul 19.00 waktu setempat “Baku tembak meletus tetapi sekarang berhenti. Gencatan senjata masih berlangsung, tidak dilanggar. Apa yang terjadi diperkirakan akibat kesalahfahaman antara para petempur,” katanya. Sumber itu mengatakan para gerilyswan mengalami banyak korban dalam pertempuran itu, dan menambahkan ia mengharapkan mereka meninggalkan Arsal sebelum gencatan senjata berakhir. Para militan telah diidentifikasi oleh para pejabat sebagai para anggota Front Al-Nusra, cabang Al Qaida di Suriah, dan sebagai gembongnya adalalah Negara Islam yang merebut daerah luas di Irak dan Suriah (ISIS). Sumber-sumber gerilyawan mengemukakan kepada Reuters beberapa anggota IS tewas dalam pertempuran di Arsal termasuk pemimpin senior Abu Hassa al-Momsi,bertugas menempatkan bom dan meledak. Seorang pemimpin lainnya asal Jordania juga tewas dalam pertempuran itu. kata sumber-sumber gerilyawan. Setidaknya 17 tentara Lebanon tewas dalam baku tembak beberapa hari di dan sekitar Arsal, kendatipun tidak ada tanda-tanda konflik mluas ke kota-kota perbatasan lainnya. Tidak jelas berapa jumlah gerilyawan dan warga sipil yang tewas, kendatipun angka resmi yang diberikan para pejabat keamanan dan seorang dokter menyebutkn belasan orang. Pada Selasa kelompok itu membebaskan tiga polisi yang mereka tahan, dalam apa yang disebur oleh seorang gerilyawan sebagai isyarat maksud baik menanggapi penengahan oleh para ulama Sunni dari Asosiasi Ulama Muslim. Para anggota gerilyawan di Arsal mengemukakan kepada para ulama itu mereka ingin mundur jika tentara setuju kembali ke pos-pos pemeriksaan di luar Arsal dan tidak memasuki kota itu. Satu sumber politik Lebanon yang berbicara tanpa bersedia namanya disebutkan, mengatakan tentara bermaksud akan merebut kembali bukit-bukit sekitar Arsal. Baca Juga ISIS terdesak di Suriah, Indonesia harus waspada 14 tentara Turki tewas di Suriah ISIS klaim serangan truk Berlin Pengungkapan Jaringan Bekasi Dinilai Keberhasilan Sinergitas Aparat Perlu Wewenang Penuh Bagi TNI dan Polri Berantas ISIS Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Lebanon , militan islam , timurtengah , Internasional , isis

Sumber: RimaNews