PASAR DARURAT KLEWER Omzet Lesu, Pedagang Minta Sewa Kios di Pagelaran Turun Jadi Rp1 Juta

Pasar darurat Klewer di Pagelaran Keraton Solo kini dinilai tak seramai dahulu. Solopos.com, SOLO – Kalangan pedagang Pasar Klewer yang menempati kios darurat di Pendapa Pagelaran Keraton Solo menuntut tarif sewa kios setempat diturunkan menjadi Rp1 juta per bulan. Penanggung Jawab Administrasi di Sekretariat Pasar Darurat di Pendapa Pagelaran Keraton Solo, Eko Indriarso, di ruang kerjanya, Kamis (18/2/2016), mengatakan pedagang meminta tarif sewa kios turun dengan alasan omzet mulai lesu. “Pedagang minta tarif sewa kios jadi Rp1 juta. Kami sudah menampung usulan para pedagang itu. Usulan akan kami bahas terlebih dahulu bersama pengelola dan [perwakilan] Keraton Solo. Saat ini kami belum mengantongi keputusan soal penerapan tarif sewa baru,” terang Eko. Eko menjelaskan pedagang yang berjualan di Pendapa Pagelaran Keraton Solo pada masa kontrak periode ketiga, selama enam bulan, 1 Oktober 2015 sampai 31 Maret 2016 dikenakan tarif sewa kios senilai Rp1,5 juta per bulan. Menurut dia, para pedagang meminta tarif sewa kios bisa turun menjadi Rp1 juta ped bulan pada masa kontrak periode keempat, selama enam bulan, 1 April 2016 sampai 30 September 2016. Dari 156 kios di Pendapa Pagelaran Keraton Solo, Eko menyampaikan, hanya 120 kios yang digunakan pedagang. Dia mengatakan cukup banyak kios di Blok C Pendapa Pagelaran Keraton Solo yang kosong. Eko membeberkan pedagang meninggalkan Pendapa Pagelaran karena beragam alasan, sebagian besar adalah pedagang Pasar Klewer yang pindah ke Pasar Sementara Pasar Klewer di Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo. Seorang pedagang yang menempati kios di Pendapa Pagelaran Keraton Solo, Edi, mengungkapkan keinginan agar pengelola menurunkan sewa kios di Pendapa Pagelaran Keraton Solo mulai April 2016. Dia menyebut omzet pedagang mulai turun karena kehadiran pembeli tidak lagi sebanyak dahulu, saat awal-awal kios di Pendapa Pagelaran mulai dibuka. lowongan kerja lowongan kerja Perusahaan distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos