Pabrik Gas di Perancis Diserang, Seorang Korban Dipenggal

Rimanews – Sebuah pabrik gas di Perancis diserang. Belum jelas berapa orang yang melakukan aksi penyerangan ini. Sebuah pabrik gas yang berlokasi di Sant-Quentin Fallavier, Perancis timur diberondong ledakan. Satu orang tewas sedangkan belasan lainnya mengalami luka-luka. Polisi berhasil menangkap seorang pelaku. Menurut polisi, pelaku membawa bendera Islam saat melakukan aksinya. Baca Juga Wanita Muslim akan jadi perdana menteri Rumania Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Kepsek di China diskors setelah 400 siswanya ujian di tengah kabut polusi Menurut sebuah sumber kepada AFP, pelaku menyerbu pabrik gas tersebut dan meledakan beberapa peledak kecil. Saksi mata juga mengatakan, korban tewas dengan kepala dipenggal dan jasadnya ditemukan di dekat pabrik. Sumber lainnya mengataka, sebuah tulisan berbahasa Arab ditemukan dekat kepala korban. Pelaku diduga sudah dikenal oleh intelijen. Kini pihak berwenang tengah menyelidik apakah ia menjadi pelaku tunggal atau ada yang menemani. “Menurut temuan awal dari penyelidikan, satu atau beberapa individu menaiki kendaraan yang melaju ke pabrik. Sebuah ledakan terjadi kemudian,” kata salah satu sumber. Perdana Menteri Perancis Manuel Valls pada Jumat (26/6), memerintahkan untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan disekitar lokasi. Valls yang tengah berada di Amerika Selatan, meminta meminta Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve untuk segera berangkat ke lokasi. Serangan itu terjadi hampir enam bulan setelah serangan terhadap majalah satir Charlie Hebdo di Paris yang menewaskan 17 orang pada bulan Januari lalu. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Serangan di Perancis , teror Perancis , Eropa , Internasional

Sumber: RimaNews