Kadin: Energi Terbarukan Solusi RI Keluar dari OPEC

Yogyakarta- Ketua Komite Tetap Kerjasama Bantuan/Pengembangan Energi Terbarukan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hardini Puspasari menyatakan bahwa pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi solusi utama Indonesia saat memutuskan membekukan sementara dari keanggotaan organisasi negara pengekspor minyak (OPEC). “Pengembangan sektor EBT menjadi solusi dengan keputusan tepat pemerintah keluar dari keanggotaan OPEC,” ujar dia saat dihubungi dari Yogyakarta, Sabtu (3/12). Ia mengatakan bahwa langkah pemerintah keluar sementara dari keanggotaan OPEC, patut didukung dan diapresiasi. Namun keputusan tersebut, harus memberikan solusi tepat yaitu dengan mengembangkan EBT di Indonesia. Apalagi, Indonesia memiliki potensi EBT yang sangat besar. “Meningkatnya kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat menjadi prioritas mendesak yang memerlukan perhatian serius,” kata dia. Karena itu, kata dia, pemerintah diharapkan segera mengembangkan sektor EBT secara serius dan fokus, sehingga bisa meningkatkan perekonomian nasional, baik dari sisi penerimaan maupun dari sisi pengeluaran. “Dengan berhenti sementara jadi anggota OPEC, maka pemerintah perlu memikirkan upaya lain dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat. Salah satunya adalah dengan mengembangkan EBT,” papar Hardini. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa keputusan Indonesia membekukan sementara keanggotaanya dalam OPEC untuk memperbaiki kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebagai informasi, sidang OPEC memutuskan untuk memotong produksi minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari. Untuk Indonesia, keputusan OPEC berarti memotong sekitar 5 persen produksi per harinya. Hal ini, tidak sejalan dengan kepentingan nasional di mana pemotongan produksi akan berimbas pada angka penerimaan negara. /WBP

Sumber: BeritaSatu