Hakim Sarpin Salah Tafsir, Dalil KPK Ajukan Kasasi

Rimanews – Guru Besar Universitas Parahyangan (Unpar), Bernard Arief Sidharta, yang juga menjadi saksi ahli dalam sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan mengatakan hakim tunggal Sarpin Rizaldi salah tafsir. Celah inilah, menurut Bernard, yang bisa dijadikan dalil bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengajukan kasasi. “Hakim Sarpin salah menafsirkan sehingga menghasilkan putusan yang berbeda dengan saya. Menurut saya harusnya ditolak (gugatan praperadilan Budi Gunawan),” kata Arif Sidharta di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Minggu (22/2). Baca Juga Hakim tolak gugatan praperadilan Buni Yani Sri Bintang Batal Ajukan Praperadilan Jadi Tersangka Makar, Sri Bintang Ajukan Praperadilan Saai didapuk menjadi saksi ahli di sidang praperadilan Budi Gunawan, dia memaparkan dalam Pasal 77 KUHAP mengenai praperadilan, hanya menangani kasus penangkapan. Tidak mencantumkan penetapan tersangka. Karenanya, Bernard meminta hakim mengkaji apakah penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan masuk dalam wewenang Pasal 77 atau tidak. Akibat salah tafsir itu, ujar dia, Hakim Sarpin telah menyalahi aturan karena hakim terikat dalam tiga aturan, yakni gramatikal, historis dan sistematis. Salah tafsir juga menyebabkan hakim mengambil keputusan berbeda dari yang dimaksud saksi. Dalam kesempatan itu, Bernard juga memprotes pemberitaan di salah satu media nasional yang menurutnya mengutip sesuatu yang tidak dia katakan. Media nasional tersebut menyebut Bernard mengatakan pernyataan yang memojokkan KPK berupa indikasi penyalahgunakan KPK makin menguat. Padahal dia tidak pernah mengatakan hal tersebut. Sebelumnya pada Jumat (20/2) lalu, KPK telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan praperadilan yang dinilai tidak sesuai KUHAP karena mengabulkan gugatan Budi Gunawan. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Praperadilan , Budi Gunawan Menang Praperadilan , KPK – Polri , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews