Adaptasi Telat Bikin Tim Asia Keteter

SAO PAULO – Rapor wakil Asia pada Piala Dunia 2014 sangat buruk. Kuartet Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Iran hanya mengoleksi tiga angka dari kemungkinan maksimal 36. Produktivitas gol mereka juga mengecewakan, yakni 9-25. Statistik ini lebih buruk ketimpang penampilan pada edisi sebelumnya. Di Afrika Selatan, Jepang dan Korsel sukses melaju hingga putaran 16 besar. Mantan bek Korsel Lee Young-pyo turut prihatin. Namun, sosok yang tampil di tiga edisi Piala Dunia (2002, 2006, 2010) itu mengaku tidak terlalu heran dengan catatan mengecewakan Son Heung-min dkk. Mengapa demikian? Berikut pemaparan mantan penggawa PSV Eindhoven yang kini bekerja bagi stasiun televisi KBS itu kepada KORAN SINDO. Mengapa wakil Asia gagal menunjukkan taringnya di Brazil? Penghalang terbesar saya rasa adalah perbedaan iklim dan cuaca. Tim Asia, terutama Korsel, tidak mampu beradaptasi sehingga kesulitan mengeluarkan permainan terbaik. Kondisi di sini begitu kontras, jauh dari yang biasa mereka rasakan di kampung halaman. Apa yang harus wakil Asia lakukan supaya nestapa serupa tidak terulang? Saya rasa saya cuma pantas bicara mengenai Korsel. Selanjutnya kami mesti menggunakan pengalaman ini untuk tumbuh di masa depan. Bagaimana masa depan pelatih (Hong Myung-bo)? Dia masih terikat kontrak hingga Piala Asia 2015. Setelah itu hanya Federasi Sepak Bola Korsel dan dia yang bisa menentukan apakah akan terus bekerja sama atau tidak. Saya percaya Hong bakal melanjutkan kerjanya. Apa yang membuat Hong menjadi arsitek hebat? Banyak sekali yang respek terhadapnya. Ketika masih atktif bermain, Hong merupakan salah satu bek terbaik Asia. Dia membawa Korsel merebut medali perunggu di Olimpiade London mengandalkan skuad yang kini beraksi di Piala Dunia. Dia pintar dan dihormati. Pemain masa dulu Korsel juga mengaguminya. Saya kira itulah kualitas yang membantu Hong maksimal saat bertugas. Siapa pemain terbaik Korsel di Piala Dunia kali ini? Son menunjukkan talentanya. Dia mencetak satu gol di turnamen (versus Aljazair). Di usia muda dia sudah begitu diandalkan. Saya yakin dalam 4-5 tahun ke depan dia sejajar dengan para pemain terbaik dunia dan memimpin Korsel. Pantaskah Belgia keluar sebagai juara grup? Bisakah mereka melangkah jauh? Harus diakui Belgia punya skuad paling baik di Grup H. Mereka punya potensi besar. Siapa pemain yang Anda suka dari Belgia? Sulit memilih karena Belgia memiliki banyak pemain berkualitas, terutama di lini tengah dan depan. Ada 8-9 nama yang mentereng di sana. Kekayaan sumber daya itu memudahkan pelatih memilih individu sesuai taktik yang ingin diterapkannya. ( aww ) dibaca 1.124x

Sumber: Sindonews