Jangan Bersedih, Gabbiadini

Kehilangan pemain penting pada bursa transfer dan bahkan juga sang pelatih yang membawa mereka sukses dalam dua musim terakhir, The Saints lagi-lagi harus mengulang dari nol perjalanan mereka di Premier League. Namun, untuk musim ini setidaknya mereka membuktikan bahwa kehilangan banyak pemain dan bahkan pelatih tidak banyak mempengaruhi.
Di bawah asuhan Claude Puel–pelatih yang baru pertama kali bekerja diluar Prancis sepanjang karir kepelatihan dan bermainnya–The Saints justru berhasil mencatatkan hal yang gemilang. Kehilangan sosok Sadio Mane pada musim panas memang sedikit membuat lini serang The Saints tumpul. Terlebih Graziano Pelle pun memilih hengkang ke Tiongkok dan Charlie Austin menderita cedera. Otomatis, Puel hanya memiliki Shane Long dan Jay Rodriguez sebagai penyerang utamanya.

Jawaban itu kemudian hadir pada bursa transfer Januari. Setelah tak kunjung mendapatkan tempat utama di Napoli, Manolo Gabbiadini akhirnya memutuskan untuk merantau ke Inggris dan menjadikan Southampton sebagai tujuannya. Dengan waktu bermain sebelumnya yang minim, tentu banyak yang meragukan Gabbiadini akan mampu bersinar di Premier League. Terlebih, The Saints tentu mencari pemain untuk memperkuat tim utama mereka bukan untuk memperdalam skuat.
Namun, segala keraguan itupun langsung hilang ketika Gabbiadini menjalani debutnya. Pada pertandingan melawan West Ham di Premier League, Gabbiadini mencatatkan gol perdananya untuk Southampton. Meskipun pada akhirnya gagal membawa timnya menang, Gabbiadini setidaknya mampu membuka karirnya di Inggris dengan baik. Kemudian, raihan positif itupun ia lanjutkan pada pekan berikutnya, dimana ia mencetak dua dari empat gol Southampton ke gawang Sunderland.
Kemudian, datanglah final EFL Cup. Gabbiadini sendiri sebenarnya sempat membawa timnya unggul. Namun, gol yang ia cetak dianulir wasit meskipun tayangan ulang menunjukkan bahwa ia tidak offside. Pada akhirnya, Gabbiadini sempat mencetak dua gol yang menyeimbangkan kedudukan. Namun, itu nampak tidak cukup karena pada akhirnya Zlatan Ibrahimovic-lah yang menjadi pahlawan dengan mencetak gol ketiga bagi Manchester United sekaligus memastikan trofi mendarat di Manchester.
Memang, Gabbiadini tentu sedikit kecewa mengingat ia diganti oleh sang pelatih meskipun tengah menunjukkan penampilan yang apik di laga final. Namun, ia juga patut berbangga. Dengan dua gol yang ia cetak ke gawang David de Gea, pemain asal Italia tersebut seakan memberikan jawaban atas keraguan publik akan kualitas dirinya dan kemampuannya untuk bersinar di kompetisi yang ketat seperti di Inggris.

onestopnaturalremedyshop.com domino kiu kiu Sumber: Supersoccer.co ID