Persib merasa musim kedua lebih sulit

Sindonews.com – Dibalik absennya Supardi Nasir saat Persib Bandung menghadapi Persiba Balikpapan. Jajang Sukmara kembali menikmati kesempatan bermain setelah di enam pertandingan sebelumnya hanya duduk manis di bangku cadangan. Pemain jebolan Persib U-21 tersebut, selama ini harus puas kehilangan tempat di tim inti setelah terakhir kali diberikan kesempatan bermain oleh pelatih Djadjang Nurdjaman kala Maung Bandung menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Persisam Samarinda. Jajang yang tampil impresif musim lalu dan membuat Bobotoh melupakan M. Nasuha, pemain yang lebih berpengalaman dan senior dibandingkan dirinya. Dimainkan sebagai bek kanan oleh Djanur selama 90 menit penuh ketika melawan Persiba. Meski tidak bermain di posisi favoritnya yakni bek kiri. Tapi Jajang mampu menjawab kepercayaan Djanur dengan baik. Ia beberapa kali mampu membuat striker andalan Persiba, Mahmoud El Ali tidak mampu bergerak lebih bebas. Pemain binaan Akademi Sepak Bola Saint Prima Bandung itu, menyadari butuh perjuangan keras baginya untuk mendapatkan kembali posisi pemain inti secara kontinu seperti musim lalu. Karena itu, ia berjanji akan terus memperbaiki penampilannya. Musim 2011/2012, Jajang jadi pemain debutan Persib paling sukses. Selain mendapatkan menit bermain yang cukup banyak. Pemain berusia 24 tahun ini, juga cukup produktif untuk ukuran seorang bek sayap. Ia berhasil menjaringkan tiga gol. Uniknya seluruh gol yang diciptakan Jajang berujung kemenangan. “Buat saya ini seperti kembali ke awal. Cukup puas karena bisa bermain penuh. Tapi saya menyadari banyak hal yang perlu diperbaiki, sedikit grogi. Mungkin karena sudah lama tidak diturunkan,” papar Jajang yang sempat ditolak masuk Persib pada musim 2010/2011 kala masih ditangani pelatih Daniel Darko Janackovic. ( wbs ) dibaca 983x

Sumber: Sindonews