MJEE Tak Khawatir Gempuran Produk Lift dan Eskalator Murah

Jakarta – PT Mitsubishi Jaya Elevator and Escalator (MJEE) tak khawatir terhadap persaingan produk lift dan eskalator yang dihasilkan negara lain dengan harga lebih murah, khususnya dari Cina. “Menghadapi persaingan, kami tidak ikut banting harga, karena penurunan harga pasti disertai kompromi terhadap kualitas. Tujuan kami adalah menawarkan produk yang berkualitas. Kami menjaga kualitas setinggi mungkin, dan pasar tetap bereaksi positif,” kata Presiden Direktur PT MJEE Christian Satrya di Jakarta. Mitsubishi Electric Corporation terus mengedepankan inovasi teknologi untuk menghasilkan produk tercanggih, dimana pusat riset (R&D) berpusat di Inazawa, Jepang. Salah satu produk terkini yang dihasilkan Mitsubishi adalah lift tercepat di dunia yang dipasang di Shanghai Tower dengan kecepatan 1230 meter per menit untuk gedung setinggi 632 meter. Di Indonesia, lift tercepat Mitsubishi saat ini mencapai 420 meter per menit. MJEE sendiri memiliki pabrik Lift terbesar di Indonesia yang berlokasi di KIIC Karawang. Pabrik ini menghasilkan komponen-komponen untuk lift standard berkapasitas 6-24 orang.”Jika ada permintaan untuk kapasitas di bawah 6 orang, atau di atas 24 orang, bisa juga kami sediakan, dengan mengimpor dari pabrik yang ada di negara lain,” katanya. Menurut Christian Satrya, konsumen di Indonesia sudah mulai teredukasi dengan baik mengenai kualitas produk. Bahkan, konsumen untuk apartemen dan gedung perkantoran kelas tertentu sudah cukup kritis. “Pembeli yang berpengalaman, sebelum membeli apartemen atau perkantoran akan mempertimbangkan lift apa yang digunakan pengembang. Karena hal itu akan berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan dalam jangka panjang. Kalau lift atau eskalator yang digunakan pengembang atau pemilik gedung adalah dari merk-merk yang dikenal banyak bermasalah, mereka akan berpikir ulang,” jelasnya. “Oleh karena itulah lift kami tetap diminati pasar walaupun harga kami bukan yang termurah, tapi kami gigih dalam menjaga kwalitas”. Saat ini Mitsubishi Electric juga tengah mengembangkan lift berukuran kecil dengan kapasitas 4-5 orang yang saat ini permintaannya terus bertumbuh. “Sekarang trennya banyak bangunan kecil 3-4 lantai yang ingin menggunakan lift, seperti untuk town houses, ruko dan sejenisnya. Pasar ini sudah merebak di beberapa negara tetangga dan nampaknya akan segera merambah di Indonesia. “Produk murah biasanya mudah rusak dan sparepartnya belum tentu tersedia. Sebagai benda yang terus bergerak, layaknya mobil, lift perlu pemeliharaan berkala dan jika kualitas produk dan pemeliharaan tidak baik akhirnya sudah habis usia pakainya dalam waktu 5-10 tahun saja dan harus diganti. Nah mengganti lift ini tidaklah semudah menukar mobil. Makan waktu dan akan banyak gangguan selama masa bongkar pasang tersebut. Produk kami umurnya bisa 25-30 tahun dan setelah itu ada alternatif untuk modernisasi tanpa perlu bongkar keseluruhan jadi tidak akan banyak makan waktu dan tidak banyak mengganggu,” ujarnya. Selain digunakan di dalam negeri, produk yang dihasilkan MJEE juga diekspor ke beberapa negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Untuk memastikan produk yang dihasilkan berkualitas baik, pihaknya juga mengandalkan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih. “Kami satu-satunya perusahaan lift di Indonesia yang memiliki Training Tower. Tiap tahun kami dapat mendidik sampai dengan 100 teknisi. Kami didik khususnya untuk selalu menomorsatukan safety dan quality,”jelasnya. Euis Rita Hartati/ERH Investor Daily

Sumber: BeritaSatu