Diisukan “Dikhianati” Pemain, Ranieri Masih Salami Vardy Cs Kali Terakhir

Solopos.com, SOLO Datang baik-baik, pergi juga harus dengan baik-baik. Filosofi itu diyakini seorang Claudio Ranieri. Meski baru saja diperlakukan tidak adil oleh timnya Leicester, Ranieri tetap menaruh rasa hormat pada pemain dan klub. Pelatih berjuluk Tinkerman ini berpamitan kepada Jamie Vardy dkk dan staf Leicester City, Sabtu (25/2/2017).
Selama 45 menit eks pelatih Valencia ini mengunjungi pusat latihan Leicester untuk kali terakhir. Pemilik Leicester tiba dengan helikopter tak lama setelah Ranieri meninggalkan tempat latihan untuk berbicara dengan pemain dan caretaker manajer Craigh Shakespeare. Saya merasa baik-baik saja sekarang, ujar Ranieri seperti dilansir Sky Sports, Minggu.

Ranieri mengaku enggan larut dalam kesedihan. Dia lebih memilih mengingat kesuksesannya saat membawa The Foxes secara mengejutkan meraih trofi Liga Premier musim lalu. Manajer asal Italia itu dipecat menyusul performa jeblok tim di Liga Premier.
Namun, pemecatan Raniera langsung menuai reaksi negatif berbagai pihak. Leicester dinilai kehilangan rasa terima kasih karena memecat Ranieri secara semena-mena. Saya harap [juara] lagi, tapi memang akan sangat sulit, ucap Ranieri.
Tragedi pemecatan Ranieri ikut membuat Gary Lineker patah hati. Mantan bintang Timnas Inggris ini menangis begitu mendengar berita pemecatan sang pelatih. Saya menitikkan air mata semalam, untuk Claudio, untuk sepak bola, untuk klub saya, ujar Lineker yang pernah membela Leicester di awal karier, seperti dilansir BBC.
Lineker mengaku tak bisa memahami keputusan The Foxes. Dia bahkan menyebut pemecatan Ranieri sebagai keputusan panik. Ini menyedihkan bagi penggemar sepak bola yang mencintai permainan ini, ujarnya.
Sebelumnya, SunSport menyebutkan kabar bahwa ada empat bintang Leicester yang berkhianat di belakang Ranieri. Mengutip The Times, SunSport menyebut keempatnya telah empat kali bertemu dengan pemilik klub untuk mencoba menyingkirkan pelatih yang berjasa membawa mereka merengkuh gelar Liga Premier musim lalu.
Mereka adalah striker Jamie Vardy, kiper Kasper Schmeichel, kapten Wes Morgan, dan Marc Albrighton. Pertemuan pertama berlangsung pada Desember 2016 dengan Direktur Sepakbola John Rudkin. Namun tensi dalam tim sudah memanas sejak mereka dikalahkan Hull City di awal musim. Kabarnya, kabar pemecatan itu sudah diketahui para pemain sebelum pertandingan melawan Sevilla di Liga Champions.
Namun, Vardy membantah dirinya jadi dalang di balik pemecatan Ranieri. Melalui akun Instagramnya, dia mengunggah foto Ranieri dan menyebut sangat menghormati dan berterima kasih kepada manajer asal Italia itu.
Ada spekulasi yang menyebut saya terlibat pemecatannya dan itu sama sekali tidak benar, dan sangat menyakitkan. Satu satunya yang salah dari tim adalah kami tidak berprestasi yang kami akui baik di ruang ganti maupun di publik, dan kami akan memperbaikinya, katanya.
There is speculation I was involved in his dismissal and this is completely untrue, unfounded and is extremely hurtful! The only thing we are guilty of as a team is underachieving which we all acknowledge both in the dressing room and publicly and will do our best to rectify.

lowongan kerja lowongan kerja PT. FUBORU INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

onestopnaturalremedyshop.com sbobet com Sumber: Solopos