BASRI Ingin Hidupkan Perserikatan, Tak Pedulikan ISC

Terkait penyelenggaraan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, BASRI menyatakan tidak peduli.
Kami sama sekali tidak membahas rencana soal ISC, karena itu bukan urusan kami. Nantinya, pemain yang terdaftar di liga profesional tidak bisa main di Perserikatan, papar Ketua Umum BASRI, Eddy Sofyan, di Jakarta beberapa waktu lalu.
BASRI pun berniat menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga Tim Transisi untuk membahas masalah ini. Tidak lupa, BASRI akan segera menghubungi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.
Kami akan membicarakan hal ini kepada Pak Menteri (Menpora Imam Nahrawi) dan teman-teman di daerah. Akan jauh lebih positif kompetisi perserikatan ini karena bisa menimbulkan kesolidan antardaerah, tandas Eddy Sofyan.
Biaya penyelenggaraannya tidak membebani Kemenpora. Kami akan mencari sponsor, dan selama ini klub-klub Perserikatan mendapatkan dana dari APBD (Anggara Pendapatan dan Belanja Daerah), jadi biarkan itu mereka mengelolanya sendiri, lanjutnya.
Sebelum adanya Liga Indonesia yang mulai digulirkan tahun 1994 dan kemudian menjelma menjadi ISL, ada dua kompetisi yang bergulir di persepakbolaan tanah air, yaitu Perserikatan dan Galatama.
Perserikatan adalah kompetisi yang diikutiklub-klub anggota PSSI semisal Persib Bandung, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, dan seterusnya, sedangkan Galatama melibatkan klub-klub profesional di luar anggota PSSI semacam Arema Malang, Barito Putera, Semen Padang, dan lainnya.

onestopnaturalremedyshop.com domino kiu kiu Sumber: Sidomi